Bandar Lampung - Pada 17 Februari 2025, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Lampung.
Mereka menyuarakan aspirasi terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang dianggap berpotensi merugikan sektor pendidikan dan kesehatan.
Meskipun hujan deras mengguyur, aksi tetap berlangsung dengan semangat.
Dalam momen yang jarang terjadi, beberapa anghota DPRD Lampung keluar dari gedung dan menemui massa aksi secara langsung.
Mereka rela basah kuyup bersama Mahasiswa, berdialog terbuka di tengah derasnya hujan.
Anggota DPRD Lampung, Syukron Muchtar, yang turut serta menemui massa aksi, mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Ia berjanji akan mengawal tuntutan tersebut ke pimpinan DPRD untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
Aksi yang berlangsung hampir tiga jam itu diakhiri dengan momen haru ketika mahasiswa dan anggota DPRD bersama-sama melantunkan shalawat di tengah hujan. Kejadian ini menjadi simbol solidaritas antara mahasiswa dan para wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
Respon positif dari DPRD Lampung ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat, serta menjadi contoh bahwa aspirasi rakyat harus selalu didengar, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.